Showing posts with label contoh pertanyaan wawancara. Show all posts
Showing posts with label contoh pertanyaan wawancara. Show all posts

Tuesday, November 10, 2015

Hal Penting Setelah Diterima Kerja





Siapa sih yang nggak senang diterima bekerja di suatu perusahaan? Setelah mencari dan lelah melamar kerja kesana kemari, mendengar pernyataan “Anda diterima!”, wah rasanya seperti berada di langit ketujuh. Pokoknya seneng banget deh. Eh tapi jangan asal seneng aja loh. Setelah dinyatakan diterima, ada beberapa hal yang perlu anda ketahui dan tanyakan. Coba deh simak dibawah ini:

- Nama atau jabatan dan divisi tempat anda bekerja
Ini penting untuk memperjelas identitas anda di perusahaan tersebut. Sehingga anda tidak seperti anak bawang yang tidak jelas apa tugas dan jabatannya. Lagipula mengetahui jabatan dan divisi, juga untuk memperjelas job description anda. Sehingga anda nggak perlu kebingungan apa yang akan anda kerjakan setiap hari.

-Tanggal mulai bekerja
Begitu anda dinyatakan diterima, segera tanyakan kapan anda bisa segera mulai bekerja. Jangan sampai anda panik, diterima tetapi tidak jelas kapan mulai bekerja. Karena ada juga perusahaan yang telah menerima seorang karyawan baru, tetapi karyawan tersebut baru bisa masuk tiga bulan kemudian.

- Gaji bersih
Ini juga nggak kalah penting. Bagaimana anda bisa bekerja dengan tenang jika anda nggak tau persis berapa penghasilan anda di perusahaan tersebut dalam perbulannya. Kalau pihak perusahaan tidak menginformasikan jumlah nominal gaji, jangan ragu untuk menanyakannya. Nggak perlu malu, karena ini adalah salah satu hak karyawan.

- Jam kerja
Tanyakan dengan pasti jam berapa karyawan biasa mulai bekerja dan sampai pukul berapa jam kerja berakhir. Karena tiap perusahaan memiliki kebijaksanaan jam kerja yang berbeda. Jangan sampai anda memberlakukan sama jam kerja di perusahaan baru dengan di tempat kerja anda yang lama.

- Masa percobaan
Umumnya, untuk karyawan baru perusahaan memberlakukan masa percobaan. Tanyakan berapa lama masa percobaan tersebut, apakah tiga bulan, enam bulan atau setahun? Dan tanyakan juga jika masa percobaan selesai, apakah anda langsung diangkat jadi karyawan tetap atau kontrak? Ingat, banyak perusahaan yang menetapkan sistem pengangkatan karyawan dengan cara yang berbelit. Agar anda nggak bingung, dapatkan informasi ini dengan jelas.

Jika anda telah mengetahui semua yang berhubungan dengan pekerjaan baru anda, berikut segala macam peraturan di perusahaan, anda dapat bekerja dengan lebih enjoy tanpa perlu merasa gelisah karena dihinggapi pertanyaan-pertanyaan yang belum ketauan jawabannya.
Satu lagi yang penting, sebagai karyawan baru pandai-pandailah membawa diri. Bekerja dengan penuh tanggung jawab dan membangun hubungan sosial dengan rekan sekerja adalah hal mutlak yang harus anda lakukan sebagai pendatang baru.

Enam Pertanyaan Inti Saat Wawancara





'Wawancara' adalah salah satu proses rekruitment atau seleksi terhadap calon karyawan di perusahaan. Dan seringkali proses wawancara ini menjadi point yang cukup menentukan untuk menemukan kandidat yang sesuai dengan kriteria dan harapan perusahaan. Karena itu, sebagai orang yang bertanggung jawab pada proses seleksi, anda perlu menyusun dan merencanakan isi wawancara. Maksudnya tentu saja agar tidak ada satu hal pun yang terlupakan dalam wawancara yang anda lakukan.

Tentu saja anda perlu menyusun pertanyaan-pertanyaan yang relevan untuk memberi gambaran yang utuh tentang karakter dan kualitas mereka. Berikut ini adalah enam pertanyaan inti dalam wawancara yang tidak boleh anda lupakan:

1. Kegiatan saat ini
Memulai wawancara dengan menanyakan pekerjaan atau kegiatan saat ini merupakan permulaan yang cukup bagus. Karena kebanyakan orang cukup mudah membicarakan apa yang sedang mereka kerjakan saat ini, terutama jika mereka dihadapkan pada pertanyaan faktual yang tidak mengancam. Lagipula membicarakan kegiatan mereka dapat mencairkan kebekuan dan memungkinkan anda untuk mengetahui lebih banyak sejak awal.

2. Sikap kerja
Mengetahui sikap kerja calon karyawan merupakan indikator utama apakah mereka dapat bekerja sama dengan orang lain dengan baik atau tidak. Misalnya, "Apakah anda lebih suka bekerja atas inisiatif sendiri atau menunggu perintah atasan?", "Bagaimana sikap anda jika rekan kerja anda membutuhkan bantuan anda?", "Hal apa yang paling membuat anda dapat menikmati pekerjaan anda?" dan "Apa yang membuat anda kesal dalam bekerja?". Pertanyaan tersebut, selain dapat memberi gambaran mengenai sikap kerja mereka selama ini, juga akan memberi anda gambaran tentang kemampuan emosionil mereka dalam menghadapi orang lain di lingkungan kerjanya.

3. Riwayat pendidikan dan pengalaman kerja
Menanyakan prestasi pendidikan dan pengalaman kerja seseorang akan memberi gambaran tentang kemauan mereka dalam belajar sekaligus fleksibilitas mereka secara umum. Jika anda mewawancarai kandidat yang 'fresh graduate', pertanyaan dapat anda fokuskan pada mata pelajaran yang paling mereka sukai dan tidak disukai, kegiatan ekstra kurikuler yang aktif mereka ikuti, cita-cita, dsb. Tetapi jika anda mewawancarai orang yang berpengalaman kerja, pertanyaan perlu dikonsentrasikan pada pekerjaan mereka sebelumnya.

4. Minat pribadi
Tanyakan minat pribadi atau hobi mereka di luar pekerjaan. Pertanyaan ini akan memberi gambaran tentang apa yang memotivasi dan menyenangkan mereka. Dengan mengetahui minat mereka, juga akan membantu anda mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang bidang yang sesuai dengan kandidat.

5. Keadaan umum
Menanyakan keadaan umum pada calon karyawan akan melengkapi informasi secara keseluruhan tentang calon karyawan. Keadaan umum tersebut menyangkut: riwayat kesehatan, kekuatan dan kelemahan pribadi, status, obsesi, umur, tempat tinggal, dll. Jawaban dari pertanyaan ini secara langsung juga akan mempengaruhi keputusan anda dalam menerima calon karyawan.

6. Alasan melamar
Alasan atau motivasi orang melamar pekerjaan perlu ditanyakan agar anda memperoleh gambaran yang lebih lengkap tentang apa yang mereka harapkan dari pekerjaan tersebut. Karena jawaban atas pertanyaan ini bisa mengungkapkan banyak hal, termasuk apakah mereka cocok atau tidak dengan pekerjaan yang ditawarkan.

Selebihnya, tentu anda dapat berimprovisasi dengan menanyakan hal-hal yang ringan. Dari jawaban atas kesemua pertanyaan ini, anda dapat membuat asumsi yang paling tepat terhadap tiap-tiap kandidat. Sehingga dari asumsi tersebut, anda akan menemukan kandidat yang paling sesuai dengan kualifikasi yang ditetapkan. Selamat mewawancara...!